OFFICE NOW – Menjalankan usaha pengolahan susu bukan hanya soal resep dan alat produksi, tapi juga soal klasifikasi usaha yang benar.
KBLI industri pengolahan susu adalah pintu awal untuk mengatur legalitas, izin, hingga sertifikasi resmi yang dibutuhkan pelaku usaha.
Tanpa kode KBLI yang sesuai, kegiatan produksi bisa tersendat karena masalah administratif yang tak terduga.
Maka dari itu, memahami perbedaan setiap klasifikasi KBLI sangat penting, terutama jika bisnis ingin berkembang ke berbagai lini produk turunan susu.
Analisis Perbedaan KBLI 10510 dan 10520: Pengaruh terhadap Operasional dan Regulasi

Memahami perbedaan kode KBLI industri pengolahan susu yang digunakan sangat penting agar usaha berjalan sesuai ketentuan.
Dua kode utama yang sering digunakan dalam industri ini adalah KBLI 10510 dan KBLI 10520.
Meskipun sama-sama terkait dengan pengolahan susu, keduanya memiliki ruang lingkup yang berbeda.
Memilih kode yang tepat akan memengaruhi jenis produk, izin usaha, hingga kewajiban sertifikasi yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha.
KBLI 10510 – Pengolahan Susu Segar
KBLI 10510 mencakup kegiatan pengolahan susu segar tanpa campuran bahan tambahan.
Fokus utamanya adalah pada proses sterilisasi, pasteurisasi, atau UHT (Ultra High Temperature) yang membuat susu lebih tahan lama.
Usaha dengan KBLI industri pengolahan susu ini biasanya memproduksi susu cair siap minum dan tidak memerlukan pengolahan lanjutan.
Produk yang dihasilkan meliputi susu pasteurisasi, susu UHT, dan susu yang diproses melalui sterilisasi.
KBLI ini cocok untuk peternak, koperasi, atau pabrik kecil yang ingin mendistribusikan produk susu dalam bentuk murni. Karena prosesnya sederhana, persyaratan fasilitas dan peralatan juga tidak terlalu rumit.
Akan tetapi, tetap dibutuhkan izin resmi dan pengawasan sanitasi dari dinas kesehatan atau peternakan.
KBLI 10520 – Produk Olahan Susu
KBLI 10520 digunakan untuk usaha yang memproses susu menjadi keju, yoghurt, krim, bubuk susu, mentega, dan aneka produk fermentasi.
Kode ini menunjukkan bahwa usaha tidak hanya melakukan pasteurisasi, tapi juga mencampur bahan tambahan seperti kultur bakteri, pengawet alami, atau pengental.
Aktivitas dalam KBLI industri pengolahan susu ini biasanya membutuhkan teknologi pengolahan lanjutan dan standar kebersihan yang lebih ketat.
Proses produksinya lebih rumit dibanding KBLI 10510, sehingga fasilitas produksi pun harus disesuaikan dengan jenis produk.
KBLI ini umumnya dipilih oleh industri skala menengah hingga besar yang ingin menciptakan variasi produk susu.
Karena termasuk makanan olahan, usaha yang memakai kode ini wajib mengurus nomor MD dari BPOM dan mematuhi ketentuan sertifikasi halal.
Strategi Pemilihan KBLI Ganda untuk Diversifikasi Produk Susu

Memiliki lebih dari satu jenis produk susu menuntut strategi yang tepat sejak awal, terutama dalam pemilihan KBLI.
Bila ingin memproduksi susu cair dan olahan seperti keju atau yoghurt, pelaku usaha harus menggunakan dua kode KBLI sekaligus.
Namun, memilih KBLI ganda bukan sekadar menambahkan kode—ada strategi agar tetap efisien, tepat sasaran, dan legal secara administratif.
Petakan Jenis Produk Berdasarkan Proses Produksi
Langkah awal dalam menentukan KBLI ganda adalah memahami proses produksi dari setiap jenis produk yang akan dibuat.
Pisahkan jenis yang hanya melalui pasteurisasi (masuk KBLI 10510) dan produk fermentasi seperti keju atau yoghurt (masuk KBLI 10520).
Dengan memetakan proses sejak awal, kamu bisa memastikan bahwa pemilihan dua kode KBLI dilakukan berdasarkan kegiatan, bukan asumsi umum.
Sesuaikan KBLI dengan Skala dan Tahap Bisnis
Tidak semua usaha perlu dua KBLI industri pengolahan susu sejak awal.
Jika masih di tahap rintisan dan hanya fokus pada susu cair, kamu bisa mulai dengan KBLI 10510 dulu.
Akan tetapi, jika sejak awal sudah ada rencana ekspansi produk dalam waktu dekat, lebih baik langsung memilih dua kode.
Strategi ini menghindari revisi izin yang bisa menghambat waktu dan biaya di kemudian hari.
Gunakan Deskripsi Usaha yang Menjelaskan Kedua Aktivitas
Saat mendaftar melalui OSS, pastikan deskripsi kegiatan usaha mencakup seluruh aktivitas dari kedua KBLI industri pengolahan susu. Jangan hanya menyalin deskripsi generik.
Tulis dengan jelas bahwa usahamu mengolah susu menjadi produk pasteurisasi dan juga olahan seperti yoghurt atau keju.
Strategi ini penting agar lembaga terkait memahami cakupan usaha yang kamu jalankan secara menyeluruh.
Periksa Persyaratan Teknis dan Fasilitas Sejak Awal
Setiap KBLI industri pengolahan susu memiliki syarat teknis masing-masing. Maka, strategi pemilihan ganda juga mencakup kesiapan fasilitas.
Periksa apakah ruang produksi, alat, dan standar kebersihan yang kamu miliki bisa memenuhi kedua KBLI.
Jangan asal pilih dua kode tanpa kesiapan. Pemeriksaan ini penting agar izin tidak ditolak dan proses sertifikasi tidak terganggu.
Konsultasikan KBLI dengan Konsultan OSS atau Dinas Terkait
Salah satu strategi aman adalah berkonsultasi sebelum menetapkan dua KBLI industri pengolahan susu.
Diskusikan rencana usahamu dengan konsultan OSS, dinas perindustrian, atau lembaga sertifikasi halal.
Mereka bisa bantu memastikan kode yang kamu pilih sesuai dengan rencana produk dan standar industri.
Pengaruh Pemilihan Kode KBLI Industri Pengolahan Susu terhadap Sertifikasi Halal dan Izin Edar BPOM

Kode KBLI industri pengolahan susu yang dipilih pelaku usaha tidak hanya berdampak pada perizinan, tetapi juga pada jenis sertifikasi yang diwajibkan oleh pemerintah.
Usaha pengolahan susu biasanya memerlukan dua jenis sertifikasi penting, yaitu sertifikat halal dan nomor MD dari BPOM.
Keduanya sangat bergantung pada klasifikasi KBLI yang tercantum dalam dokumen legal usaha.
Kesesuaian KBLI Menentukan Jenis Sertifikat yang Diperlukan
Bagi pelaku usaha yang menggunakan KBLI 10510, biasanya cukup mengurus sertifikat halal karena produknya hanya berupa susu cair.
Namun, jika menggunakan KBLI 10520, maka perlu juga mengurus izin edar MD dari BPOM.
Sebab, produk seperti yoghurt, keju, dan mentega tergolong makanan olahan. Maka, kode KBLI harus sesuai agar jenis sertifikasi yang diwajibkan juga tepat.
Sertifikasi Halal Menyesuaikan Aktivitas di KBLI
Lembaga sertifikasi halal akan memeriksa jenis aktivitas usaha berdasarkan KBLI.
Jika hanya mencantumkan KBLI 10510, maka bahan yang diverifikasi cukup terbatas, yakni susu segar dan proses sterilisasi. Namun, KBLI 10520 menuntut verifikasi lebih luas, termasuk starter bakteri, enzim, dan bahan tambahan lain.
Oleh karena itu, kode KBLI memengaruhi tingkat kompleksitas proses sertifikasi halal.
Pendaftaran Nomor MD Mengacu pada Kode KBLI
BPOM mewajibkan nomor MD untuk produk makanan olahan.
Saat mengajukan, BPOM akan mencocokkan jenis produk dengan kode KBLI yang tercantum dalam NIB.
Jika terjadi ketidaksesuaian, misalnya memproduksi keju tapi hanya mendaftarkan KBLI 10510, pengajuan nomor MD bisa ditolak.
Maka, penting untuk memilih KBLI sesuai produk nyata agar proses berjalan lancar.
Risiko Legalitas Jika KBLI Tidak Tepat
KBLI yang salah bisa menimbulkan masalah hukum.
Produk olahan yang diproduksi di luar cakupan KBLI terdaftar dapat dianggap tidak legal dan ditarik dari pasar.
Selain itu, pelaku usaha bisa dikenakan sanksi administratif, termasuk pencabutan izin usaha.
Maka, penentuan KBLI industri pengolahan susu tidak boleh sembarangan, terutama bila berkaitan dengan sertifikasi resmi.
Pemilihan KBLI untuk industri pengolahan susu berperan penting dalam menentukan legalitas, sertifikasi, dan kelancaran usaha.
Kode yang dipilih harus sesuai agar proses produksi, perizinan, dan sertifikasi berjalan tanpa hambatan.
Ingin memulai usaha pengolahan susu dengan mudah dan legal?
Gunakan layanan Office Now untuk urus KBLI industri pengolahan susu, izin usaha, hingga pengajuan sertifikat halal dan MD.
Konsultan kami siap membantu dari proses awal sampai tuntas. Praktis, cepat, dan legal.
Hubungi Office Now sekarang dan mulai bisnismu tanpa ragu!
Layanan
Promo Pembuatan CV
Rp. 3.950.000
Rp. 2.699.000
Dokumen lengkap :
AKTA, SK, SKT, NPWP
DOMISILI, NIB RBA, IJIN USAHA, API
Bonus Gratis:
- Tersedia Paket Gratis Virtual Office 1 Tahun s/d 5 Tahun
- Gratis Laporan Keuangan & Pajak 12 Bulan
-Gratis System ERP, Accounting, Mobile Attendance
-Gratis Logo, Website & Email Perusahaan
- Gratis Workhsop Bisnis & Akses Pendanaan
Promo Pembuatan Yayasan
Rp. 4.550.000
Rp. 3.999.000
Dokumen lengkap :
AKTA, SK, SKT, NPWP
DOMISILI, NIB RBA, IJIN USAHA, API
Bonus Gratis:
- Tersedia Paket Gratis Virtual Office 1 Tahun s/d 5 Tahun
- Gratis Laporan Keuangan & Pajak 12 Bulan
-Gratis System ERP, Accounting, Mobile Attendance
-Gratis Logo, Website & Email Perusahaan
- Gratis Workhsop Bisnis & Akses Pendanaan
Promo Pembuatan Firma
Rp. 4.550.000
Rp. 3.999.000
Dokumen lengkap :
AKTA, SK, SKT, NPWP
DOMISILI, NIB RBA, IJIN USAHA, API
Bonus Gratis:
- Tersedia Paket Gratis Virtual Office 1 Tahun s/d 5 Tahun
- Gratis Laporan Keuangan & Pajak 12 Bulan
-Gratis System ERP, Accounting, Mobile Attendance
-Gratis Logo, Website & Email Perusahaan
- Gratis Workhsop Bisnis & Akses Pendanaan
Promo Pembuatan PT Perorangan
Rp. 1.499.000
Rp. 799.000
Dokumen lengkap :
SERTIFIKAT PENDIRIAN, SK, SKT, NPWP
DOMISILI, NIB RBA, IJIN USAHA, API
Bonus Gratis:
- Tersedia Paket Gratis Virtual Office 1 Tahun s/d 5 Tahun
- Gratis Laporan Keuangan & Pajak 12 Bulan
-Gratis System ERP, Accounting, Mobile Attendance
-Gratis Logo, Website & Email Perusahaan
- Gratis Workhsop Bisnis & Akses Pendanaan
Promo Pembuatan PT
Rp. 5.350.000
Rp. 3.699.000
Dokumen lengkap :
AKTA, SK, SKT, NPWP
DOMISILI, NIB RBA, IJIN USAHA, API
Bonus Gratis:
- Tersedia Paket Gratis Virtual Office 1 Tahun s/d 5 Tahun
- Gratis Laporan Keuangan & Pajak 12 Bulan
-Gratis System ERP, Accounting, Mobile Attendance
-Gratis Logo, Website & Email Perusahaan
- Gratis Workhsop Bisnis & Akses Pendanaan



